Zonasi
... oh... zonasi
Tahun
pelajaran 2017/2018 sudah hampir usai. Pada jenjang SMP/MTs hal ini ditandai
dengan dilaksanakannya Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang berlangsung
selama 2 hari, dan akan disusul dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer pada
23-26 April 2018.
Pada
tahun-tahun sebelumnya, siswa-siswa SMP/MTs sangat semangat belajar untuk
meraih hasil yang maksimal dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Mereka bercita-cita
dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang di atasnya sesuai dengan yang
diharapkan. Tentunya mereka berharap dapat masuk ke sekolah favorit yang ada di
seluruh Indonesia. Namun, pada tahun ini berbeda. Semangat belajar siswa mulai
menurun ketika mereka menerima informasi bahwa penerimaan peserta didik baru di
jenjang SMA dengan sistem zonasi penuh, yakni siswa hanya berkesempatan untuk
masuk sekolah/ SMA di wilayahnya. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang mereka
harapkan, melanjutkan ke SMA favorit. Mereka
mempunyai kesempatan masuk ke SMA favorit tersebut hanya 5% yaitu melalui jalur
prestasi. Tentu jalur prestasi ini akan sulit dihadapi oleh para siswa.
Memang
informasi penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun
Pelajaran 2018/2019 telah meruntuhkan semangat belajar siswa. Namun, hendaknya
sebagai siswa tidak bersikap demikian. Siswa harus menyadari bahwa semangat belajar
yang menurun tentu akan menurunkan prestasinya, sehingga apabila sistem zonasi
ini diterapkan mereka pun tetap tidak bisa masuk di sekolah yang paling bagus
di wilayahnya sendiri.
Untuk
itu, siswa perlu menyadari pula tujuan utama bersekolah bukan sekedar untuk
mendapatkan selembar ijazah dari sekolah favorit. Namun, hakikat dari
bersekolah adalah untuk menuntut ilmu agar dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Di manapun sekolah tempat belajar tentu akan mendapatkan hasil maksimal
apabila diiringi dengan usaha (belajar) dan doa yang sungguh-sungguh.
Siswa
harus ingat, bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan
berilmu. Sebagaimana firmannya dalam Surat Al Mujadalah ayat 11:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ
يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا
تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
11. Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah
kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Bahkan,
Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam pun bersabda, “Siapa yang menempuh
jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju
surga.” (HR. Muslim, no. 2669).
Oleh
karena itu, selagi masih ada sedikit waktu, manfaatkan untuk menumbuhkan
kembali semangat belajar, untuk belajar dengan lebih rajin dan sungguh-sungguh
serta diiringi dengan doa dan ibadah yang lebih rajin, utamanya shalat lima
waktu. Ingat perintah Allah:
حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ
وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ ٢٣٨
238. Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat
wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu´(QS. Al Baqarah:
238)
Dengan kita menuntut ilmu agama
dan memelihara shalat, kita termasuk menolong agama Allah. Ingat janji Allah,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧
7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS. Muhammad: 7)
Semoga Allah senantiasa
memberikan kita keteguhan hati untuk senantiasa beribadah hanya kepada Allah,
serta meneguhkan hati kita untuk tetap semangat dalam belajar, sehingga
prestasi yang terbaik akan dapat kita raih. Wallaahu a’lam bishshowab.
Ditulis
pada hari Selasa, 10 April 2018
di Ruang V USBN SMPN 1 Karangmojo
oleh Aris Yuliyanto

Komentar
Posting Komentar