Masuk Surga dengan Ilmu

Menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu, utamanya ilmu agama. Dengan ilmu itu manusia akan dapat membedakan yang haq dan yang bathil, yang benar dan yang salah. Dengan demikian, tentu akan berbeda antara orang yang berilmu dengan tidak berilmu, sebagaimana firman Allah SWT:
قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٩
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)

Lebih tegas lagi, pada ayat di atas dijelaskan bahwa orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran, khususnya pelajaran dari apa yang telah dialaminya.

Umat Islam yang berilmu kemudian mengamalkannya tentu akan memperoleh keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Allah akan memberikan kemudahan-kemudahan masuk surga bagi setiap muslim yang berjalan untuk mencari ilmu.  Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 137, no. 2784, ia berkata : Ini hadits hasan]

Untuk itu, tidaklah salah apabila saat ini telah banyak sekolah-sekolah berdiri sebagai salah satu tempat mencari ilmu. Namun, perlu kita sadari, saat ini masih banyak pelajar yang datang ke sekolah hanya untuk mencari angka-angka rapor, mencari selembar ijazah, dan mencari kesenangan semata.

Untuk itu, perlu kiranya para pelajar menerapkan beberapa hal berikut:
1.      Meluruskan Niat
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. …” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
Niat merupakan pondasi awal setiap orang dalam melakukan berbagai hal. Demikian pula bagi pelajar, hendaknya diniatkan dalam hati bahwa tujuan datang ke sekolah adalah untuk mencari ilmu, bukan mencari yang lain. Dengan niat yang lurus untuk mencari ilmu, insya Allah kemudahan-kemudahan akan diberikan oleh Allah dari berbagai penjuru. Apabila sudah tertanam niat yang lurus untuk mencari ilmu, maka pelajar akan belajar dengan sebaik mungkin sehingga akan diperoleh nilai yang memuaskan.

2.      Berusaha
Setelah meluruskan niat, pelajar haruslah mewujudkan niat itu dengan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari ilmu dan meraih apa yang dicita-citakan. Keadaan seseorang tidak akan berubah begitu saja tanpa ada usaha dari orang tersebut. Allah SWT berfirman:
 …إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’du : 11)

3.      Berdoa dan Tawakal
Hasil yang maksimal akan diperoleh apabila niat yang lurus dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencari ilmu diiringi dengan doa kemudian bertawakal (berserah diri pada Allah). Karena pada hakikatnya, Allah yang akan menetapkan segala sesuatu yang telah diupayakan manusia. Allah yang memberikan pertolongan kepada manusia. Allah SWT berfirman:
إِن يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡۖ وَإِن يَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا ٱلَّذِي يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١٦٠
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (QS. Ali Imron: 160)

Ketika niat sudah lurus, usaha dan doa yang sungguh-sungguh, namun apa yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan, maka hendaknya kita selalu berprasangka baik (berhusnuzhan) kepada Allah. Kita harus yakin, bahwa Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Kita harus meyakini bahwa Allah telah mempersiapkan yang lebih baik bagi kita. Allah. Apabila kita berprasangka buruk kepada Allah, maka adzab Allah yang akan kita terima. Sebagaimana dalam disebutkan dalam Al Qur’an:
وَيُعَذِّبَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ وَٱلۡمُشۡرِكَٰتِ ٱلظَّآنِّينَ بِٱللَّهِ ظَنَّ ٱلسَّوۡءِۚ
“dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah.”


Semoga Allah senantiasa memberikan kita kemudahan dan pertolongan dalam mencari ilmu, utamanya ilmu agama agar kita dapat memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Amiin.

Penulis:
Aris Yuliyanto, S.Pd.I
SMPN 1 Karangmojo

Komentar